Tag Archives: gus taqi

15785413_10209892350858731_2022786400_o

Refleksi Akhir Tahun, GP Ansor Kota Bogor Gelar Tabligh AKbar

Jika di sebagian daerah mengisi pergantian tahun dengan aneka kegiatan hiburan, maka GP Ansor Kota Bogor justru mengajak umat Islam untuk merefleksikan diri melalui Tabligh Akbar, Jum’at (30/12/2016) pagi, di Masjid Raya Bogor. Acara yang dihadiri lebih dari 1.000 umat Islam se wilayah Bogor itu diawali dengan pembacaan shalawat dan lantunan dzikir serta do’a bersama untuk keberkahan bangsa.

Sebelum puncak acara berupa penyampaian ceramah agama, terlebih dulu para tokoh Kota Bogor menyampaikan sambutan yang berisi refleksi akhir tahun berkaitan dengan dinamika keummatan dan kebangsaan di tanah air.

2016-10-29-13-43-05-328052366

Tafsir Ibnu Katsir: QS Al Fatihah (ayat 6)

Al-Fatihah, ayat 6

{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) }

Tunjukilah kami jalan yang lurus

Bacaan yang dilakukan oleh jumhur ulama ialah ash-shirat dengan memakaishad. Tetapi ada pula yang membacanya sirat dengan memakai sin, ada pula yang membacanya zirat dengan memakai za, menurut Al-Farra berasal dari dialek Bani Uzrah dan Bani Kalb.

Setelah pujian dipanjatkan terlebih dahulu kepada Allah Swt, sesuailah bila diiringi dengan permohonan, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis di atas, yaitu:

2016-10-29-13-43-05-328052366

Tafsir Ibnu Katsir: QS Al Fatihah (ayat 5)

Al-Fatihah, ayat 5

{إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) }

Hanya EngkaulahYangKami sembah dan  hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

Qira’ah Sab’ah dan jumhur ulama membaca tasydid huruf ya yang ada padaiyyaka. Sedangkan Amr ibnu Fayid membacanya dengan takhfif, yakni tanpa tasydid disertai dengan kasrah, tetapi qiraah ini dinilai syadz lagi tidak dipakai. karena iya artinya “cahaya matahari”. Sebagian ulama membacanya ayyaka, sebagian yang lainnya lagi membaca hayyaka dengan memakai ha sebagai ganti hamzah, sebagaimana yang terdapat dalam ucapan seorang penyair:

2016-10-29-13-43-05-328052366

Tafsir Ibnu Katsir: QS Al Fatihah (ayat 4)

Al-Fatihah, ayat 4

مَالِكِ يَوْمِ الدِّين

Yang Menguasai hari pembalasan.

Sebagian ulama qiraah membacanya مَلِك, sedangkan sebagian yang lain membacanya مَالِكِ; kedua-duanya sahih lagi mutawatir di kalangan As-Sab’ah.

Lafaz maliki dengan huruf lam di-kasrah-kan, ada yang membacanya malki danmaliki. Sedangkan menurut bacaan Nafi’, harakat kasrah huruf kaf dibaca isyba’ hingga menjadi malaki yaumid din (مَلَكِي يَوْمِ الدِّينِ).

2016-10-29-13-43-05-328052366

Tafsir Ibnu Katsir: QS Al Fatihah (ayat 3)

Al-Fatihah, ayat 3

الرَّحْمنِ الرَّحِيم

Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Firman Allah Swt., “ar-rahmanir rahim,” keterangannya dikemukakan dalam Bab “Basmalah”; itu sudah cukup dan tidak perlu diulangi lagi.

Al-Qurtubi mengatakan, sesungguhnya Allah Swt. menyifati diri-Nya dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahim sesudah firman-nya, “rabbil ‘alamina, ” tiada lain agar makna tarhib yang dikandung rabbul ‘alamina dibarengi dengan makna targib yang terkandung pada ar-rahmanir rahim, sebagaimana pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya:

2016-10-29-13-43-05-328052366

Tafsir Ibnu Katsir: QS Al Fatihah (ayat 2)

Al-Fatihah, ayat 2

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Menurut Qira’ah Sab’ah,  huruf dal dalam firman-Nya,   “alhamdu lillahi,” dibaca dammah, terdiri atas mubtada dan khabar.

Diriwayatkan dari Sufyan ibnu Uyaynah dan Rubah ibnul Ajjaj, keduanya membacanya menjadi alhamda lillahi (الْحَمْدَ لِلَّهِ) dengan huruf dal yang di-fathah-kan karena menyimpan fi’l.

Ibnu Abu Ablah membacanya alhamdulillah dengan huruf dal dan lam yang di-dammah-kan kedua-duanya karena yang kedua diikutkan kepada huruf pertama dalam harakat. Ia mempunyai syawahid (bukti-bukti) yang menguatkan pendapatnya ini, tetapi dinilai syaz (menyendiri).