Ridla Orangtua Jembatan Menuru Ridla Allah

Ridla Orangtua Jembatan Menuru Ridla Allah

Di antara pendidikan penting yang diajarkan Luqman Al-Hakim kepada putranya adalah tentang arti pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu. More »

Khauf dan Roja

Khauf dan Roja

Khauf (rasa takut) dan roja` (rasa harap) adalah dua ibadah yang sangat agung. Bila keduanya menyatu dalam diri seorang mukmin, maka akan seimbanglah seluruh aktivitas kehidupannya. More »

Hikmah Shalat: Membentuk Pribadi Shaleh Spiritual, Emosional, dan Sosial

Hikmah Shalat: Membentuk Pribadi Shaleh Spiritual, Emosional, dan Sosial

Secara global, shalat yang didirikan dengan baik, benar, dan memenuhi ketentuan syari’at memiliki 3 hikmah, yaitu: (1) shaleh secara spiritual, (2) shaleh secara emosional, dan (3) shaleh secara sosial. More »

Memahami Bid\'ah

Memahami Bid\'ah

“Bid’ah dalam agama adalah memperbarui sesuatu yang tidak ada di zaman Nabi Muhammad Saw. Bid’ah terbagi menjadi dua, bid’ah hasanah (baik) dan qabihah (jelek).” (kitab Tahdzib al Asma wa al Lughat, I/994) More »

Memantapkan Tujuan Hidup

Memantapkan Tujuan Hidup

Dalam sebuah perjalanan dibutuhkan tujuan yang jelas. Begitupun dengan tujuan hidup manusia. Ia harus mengenali siapa dirinya, berasal dari mana, dan hendak ke mana. More »

 
2016-10-29-13-43-05-328052366

Tafsir Ibnu Katsir: QS Al Fatihah (ayat 1)

Tafsir Basmalah dan Hukumnya

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Para sahabat memulai bacaan Kitabullah dengan basmalah, dan para ulama sepakat bahwa basmalah merupakan salah satu ayat dari surat An-Naml. Kemudian mereka berselisih pendapat apakah basmalah merupakan ayat tersendiri pada permulaan tiap-tiap surat, ataukah hanya ditulis pada tiap-tiap permulaan surat saja. Atau apakah basmalah merupakan sebagian dari satu ayat pada tiap-tiap surat, atau memang demikian dalam surat Al-Fatihah, tidak pada yang lainnya; ataukah basmalah sengaja ditulis untuk memisahkan antara satu surat dengan yang lainnya, sedangkan ia sendiri bukan merupakan suatu ayat. Mengenai masalah ini banyak pendapat yang dikatakan oleh ulama, baik Salaf maupun Khalaf. Pembahasannya secara panjang lebar bukan diterangkan dalam kitab ini.

dp-syukur-bahagia

Kisah Mereka Yang Tidak Bersyukur

Ada kisah tiga orang dari Bani Israil, ketiganya diberi ujian harta oleh Allah. Ketiganya sama-sama sukses, namun dua orang enggan bersyukur dan menganggap nikmat adalah karena hasil usahanya. Sedangkan satunya lagi benar-benar hamba yang pandai bersyukur dan ia pun menyandarkan nikmat pada Allah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ ثَلاَثَةً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ أَبْرَصَ وَأَقْرَعَ وَأَعْمَى، فَأَرَادَ اللهُ أَنْ يَبْتَلِيَهُمْ، فَبَعَثَ إِلَيْهِمْ مَلَكًا

“Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu: penderita penyakit kulit, punya penyakit kebotakan (sebagian rambut kepalanya botak, -pen) dan orang buta. Kemudian Allah Ta’ala ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat.

kitab-nashaihul-ibad

Lahirnya Fadhilah; Bathinnya Faridhah

Diriwayatkan dalam kitab Syarah Nasha-ihul ‘Ibad karya Asy Syaikh Nawawi Rahimahullah, Sayyidina ‘Utsman berkata:

أَرْبَعَةٌ ظَاهِرُهُنَّ فَضِيْلَةٌ وَبَاطِنُهُنَّ فَرِيْضَةٌ: مُخَالَطَةُ الصَّالِحِيْنَ فَضِيْلَةٌ وَالْإِقْتِدَاءُ بِهِمْ فَرِيْضَةٌ، وَتِلَاوَةُ الْقُرْآنِ فَضِيْلَةٌ وَالْعَمَلُ بِهِ فَرِيْضَةٌ، وَزِيَارَةُ الْقُبُوْرِ فَضِيْلَةٌ وَالْإِسْتِعْدَادُ لَهَا فَرِيْضَةٌ ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيْضِ فَضِيْلَةٌ، وَاتِّخَاذُ الْوَصِيَّةِ فَرِيْضَةٌ

“Empat perkara merupakan lahirnya fadhilah (keutamaan) dan batinnya faridhah (kewajiban), yaitu: Bergaul akrab dengan orang-orang shaleh itu merupakan fadhilah dan mengikuti jejak mereka adalah kewajiban, membaca Al Qur’an itu merupakan fadhilah (keutamaan) dan mengamalkan makna yang terkandung di dalamnya adalah kewajiban, ziarah kubur itu merupakan fadhilah (keutamaan) dan mempersiapkan diri untuk menuju ke sana adalah suatu kewajiban, dan menjenguk orang yang sakit itu juga merupakan suatu fadhilah (keutamaan), sedang berwasiat ketika saat sakit itu adalah suatu kewajiban.”

Hussein Abu Hassan

Memahami Bid’ah

Pengertian Bid’ah

Imam An Nawawi berkata :

الْبِدْعَةُ فِي الشَّرْعِ هِيَ إِحْدَاثُ مَا لَمْ يَكُنْ فِي عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَبْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ مُنْقَسِمَةٌ إِلَى حَسَنَةٍ وَقَبِيْحَةٍ

“Bid’ah dalam agama adalah memperbarui sesuatu yang tidak ada di zaman Nabi Muhammad Saw. Bid’ah terbagi menjadi dua, bid’ah hasanah (baik) dan qabihah (jelek).” (kitab Tahdzib al Asma wa al Lughat, I/994)

Pembagian Macam-macam Bid’ah

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani meriwayatkan dari Imam Syafii RA, bahwa beliau berkata:

الْمُحْدَثَاتُ مِنَ اْلأُمُوْرِ ضَرْبَانِ أَحَدُهُمَا مَا أُحْدِثَ مِمَّا يُخَالِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ أَثَرًا أَوْ إِجْمَاعًا، فَهَذِهِ الْبِدْعَةُ الضَّلاَلَةُ. وَالثَّانِي مَا أُحْدِثَ مِنَ الْخَيْرِ لاَ خِلاَفَ فِيْهِ لِوَاحِدٍ مِنْ هَذَا، وَهَذِهِ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍ.

“Sesuatu yang diperbarui ada dua macam. Pertama, sesuatu yang baru yang bertentengan dengan al Quran, Hadits, atsar atau ijma’ (kesepakatan ulama). Maka ini adalah bid’ah yang sesat. Kedua, sesuatu yang tidak bertentangan dengan dalil-dalil agama, maka hal ini tidak tercela.” (Fathul Bari, juz 17, hal. 10) ”. (Al-Baihaqi, Manaqib al-Syafi’i, 1/469).

adzan

Hikmah Shalat: Membentuk Pribadi shaleh spritual, emosional, dan sosial

Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 3, Allah menyebutkan bahwa di antara kriteria orang yang bertakwa adalah senantiasa mendirikan shalat. Ungkapan senantiasa ini merupakan isyarat dari penggunaan format kata yuqimunash sholaata dengan bentuk fi’il mudhori’ atau kata kerja yang sedang dan akan terus dikerjakan secara berkelanjutan. Karena itu, shalat yang didirikan secara kontinu akan membangun karakter ketakwaan bagi pelakunya.

Secara global, shalat yang didirikan dengan baik, benar, dan memenuhi ketentuan syari’at memiliki 3 hikmah, yaitu: (1) shaleh secara spiritual, (2) shaleh secara emosional, dan (3) shaleh secara sosial.

globe-islam

Empat Pilar Agama

Diriwayatkan dari Sayyidina ‘Ali Radliyallahu ‘anhu:

لاَ يَزَالُ الدِّيْنُ وَ الدُّنْيَا قَائِمَيْنِ مَادَامَتْ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ: مَادَامَ اْلأَغْنِيَاءُ لاَ يَبْخَلُوْنَ بِمَا خُوِّلُوْا وَ مَادَامَ الْعُلَمَاءُ يَعْمَلُوْنَ بِمَا عَلِمُوْا وَ مَادَامَ الْجُهَلاَءُ لاَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَمَّا لَمْ يَعْلَمُوْا وَ مَادَامَ الْفُقَرَاءُ لاَ يَبِيْعُوْنَ آخِرَتَهُمْ بِدٌنْيَاهُمْ

Agama dan dunia senantiasa akan tetap berdiri tegak selama ada empat perkara. Yaitu selama orang-orang kaya tidak kikir dengan apa-apa yang telah diberikan kepadanya, selama para ulama masih mengamalkan apa-apa yang diketahuinya, selama orang-orang bodoh tidak sombong dari perkara yang tidak diketahuinya dan selama orang-orang fakir tidak menjual akhiratnya dengan dunia.

Saat ini kita dihantui oleh bayangan keruntuhan agama dan dunia. Bayangan itu bukan lahir dari khayalan, melainkan dari deretan fakta hidup dan kehidupan yang kini banyak menyimpang dari prinsip-prinsip syariat Allah. Fakta-fakta penyimpangan itu secara benderang bisa kita saksikan di mana-mana. Bahkan di dalam diri kita sendiri. Contoh kecil adalah betapa kita seringkali senang menimbun harta, padahal  di dalam harta itu terdapat hak-hak orang miskin dan fakir yang wajib dipenuhi.

Khauff

Khauf dan Roja’

Khauf (rasa takut) dan roja` (rasa harap) adalah dua ibadah yang sangat agung. Bila keduanya menyatu dalam diri seorang mukmin, maka akan seimbanglah seluruh aktivitas kehidupannya. Bagaimana tidak, sebab dengan khauf akan membawa dirinya untuk selalu melaksanakan ketaatan dan menjauhi perkara yang diharamkan; sementara roja` akan menghantarkan dirinya untuk selalu mengharap apa yang ada di sisi Rabb-nya ‘Azza wa Jalla.

Pendek kata dengan khauf (takut) dan roja` (pengharapan) seorang mukmin akan selalu ingat  bahwa dirinya akan kembali ke hadapan Sang Penciptanya (karena adanya rasa takut), disamping ia akan bersemangat memperbanyak amalan-amalan (karena adanya pengharapan).

Rid

Ridla Orangtua jembatan menuju Ridla Allah

Alkisah, seorang ibu melahirkan bayi dengan cacat pada telinga kanannya. Begitu berat perasaan sang ibu bila melihat rupa buah hatinya itu. Saat menginjak usia 7 tahun, sang anak selalu mengeluhkan perlakuan dan cacian teman-teman sekitarnya tentang keadaan cacat yang diderita. Karena rasa kasih dan sayang ibu yang amat besar, menjelang remaja, mengajaknya ke rumah sakit untuk operasi telinga.

Dokter meminta kepada kedua orangtua anak itu untuk mencari pendonor telinga. Sekitar 1 bulan mencari pendonor budiman, akhirnya ada juga yang berkenan mendonorkan sebelah telinganya. Namun ayahnya tidak memberitahukan siapa pendonor itu. Operasi berjalan sukses dan fisik sang anak pun berubah dengan rupa yang lebih baik. Dengan modal fisik itu ia mendapatkan banyak keberuntungan, terutama dalam karir.

Foto

Formal2tangkal

doa rohingyabanner1PEDULI

 

S1khaufFormal 1

Ringkasan Matakuliah PAI untuk UAS

Berikut saya lampirkan link ringkasan matakuliah PAI untuk UAS.

Silakan klik DI SINI.

Atau silakan kunjungi link berikut ini

http://www.4shared.com/office/q9zwzoBmce/Ringkasan_UAS_Mata_Kuliah_PAI_.html